1st 2AM fans site Indonesia

Maaf Anda tidak diperbolehkan mengakses halaman ini....


Silahkan Log-In terlebih dahulu^^~


kalau belum jadi member daftar dulu yaaah!!!

Rules :
- Guest harus daftar jadi member dulu
- Member wajib intro di "Thread IAM Introduction"
- Member tidak diperbolehkan memsuki area "Admin"
- Member wajib mematuhi semua rules yg ada

Kami sangat menghargai kalian sebagai IAM Indonesia jika mematuhi rules yang ada so Let's Spazz in here ^,~

Latest topics

» acetaminophen nomogram
Wed Aug 03, 2011 4:22 am by Guest

» increase backlink backlinks service
Tue Aug 02, 2011 4:03 am by Guest

» pkv vergleich beamte
Mon Aug 01, 2011 2:04 am by Guest

» Plan Your Trip to Canada
Sun Jul 31, 2011 2:11 am by Guest

» Antiskoutsinc
Fri Jul 29, 2011 9:57 am by Guest

» Where can I make a timeline and save it to put on a Weebly website?
Wed Jul 27, 2011 1:34 pm by Guest

» No Blue Screen Canvas in FCP-Enjoy HD video editing in FCP 6/7 with AVCHD to Apple ProRes 422 conversion
Thu Jul 07, 2011 12:51 pm by kyogoku

» Acer A500 DLNA-Stream Acer Iconia Tab A500 Videos to DLNA Certified TV through DLNA
Mon Jul 04, 2011 4:15 pm by kyogoku

» Transfer/Convert Sony HDR-CX150 AVCHD MTS Movie to Apple ProRes for Final Cut Pro on Mac
Tue Jun 28, 2011 4:12 pm by kyogoku

Poll

Bagaimana Menurut Kalian Tentang Forum Ini??
11% 11% [ 7 ]
27% 27% [ 17 ]
53% 53% [ 34 ]
6% 6% [ 4 ]
3% 3% [ 2 ]

Total Votes : 64

Affiliates

free forum
free forum
missAIndonesia

    [FANFICT] I'm yours

    Share
    avatar
    hyunlinji
    New Comers
    New Comers

    Jumlah posting : 24
    Join date : 2011-03-23
    Lokasi : Denpasar

    [FANFICT] I'm yours

    Post by hyunlinji on Tue Mar 29, 2011 10:19 am

    Sebenarnya saua kurang PeDe ngepost Fanfict gaje ini disini. Tapi.... PeDe aja deh~!!! XD

    Author: Hyun Linji aka Jojo
    Disclaimer: This fanfict based on my imagination. So, this fanfict [and Junho] is MINE !
    Genre: Romance, comedy
    Rate: all age
    Length: 1 shot
    Cast: Im seulong (2AM), Hyun Ahra (Zahra), Hyun Linji

    *Seulong POV*

    Annyeong. Seulong imnida, 18 tahun, Hyun Ahra’s boyfriend since 7 April 2010.

    Hari ini, aku sedang menunggu Ahra yang punya kebiasaan ngaret ngga ketulungan di taman ini. Yahh walaupun ia punya kebiasaan yang mengesalkan, entah mengapa aku tidak bisa lepas darinya. Aku sangat menyayanginya.

    “Annyeong oppa. Hah hah, mianhae aku telat hah hah” Sapanya membuyarkan lamunan ku.

    “Gwaenchana. Kenapa ngos-ngosan gitu? Kamu lari ya buat kesini?”

    “Iya oppa. Aku takut oppa marah hah hah” Kata Ahra sambil menundukkan kepala berusaha mengatur nafas.

    “Mana mungkin aku marah. Kamu kan cuma telat 10 menit. Ayo duduk dulu” Aku menarik tangannya untuk duduk di sebelah ku.

    “Aku belikan minuman ya? Kamu mau minum apa jagiya?” Tanya ku.

    Aku bisa melihat mukanya memerah karena ku panggil ‘jagiya’. Haha aku memang suka menjahilinya dengan kata itu.

    “Mmm.. Coca-cola aja deh”

    “Otte. Tunggu disini ya.” Aku bangkit berdiri lalu berjalan ke mesin minuman.



    “Ini. Pelan-pelan saja minumnya.” Aku menyodorkan sekaleng coca-cola lalu duduk di sebelahnya.

    “Lho? Oppa sendiri kok ngga beli?”

    “Ngga usah. Aku ngga haus.”

    “Ooh. Gomawo oppa” Ia minum perlahan.

    “Oppa hari ini kita mau kemana?” tanya Ahra sesudah minum.

    “Terserah saja. Kamu maunya kemana?”

    “Ke mall yuk. Aku mau beli sesuatu. Boleh ya?”

    Aku mengangguk dan tersenyum.



    -di mall-

    “Kamu mau membeli apa sih?” tanya ku

    “Aku juga masih bingung. Adik sepupu ku yang dari Pyongyang datang berlibur kesini, dan lagi 2 hari ia berulangtahun”

    Aku mengangguk mengerti.

    “Barang kesukaan cewek itu apa sih oppa?” tanya Ahra

    “Heh? Mana aku tau. Yang cewe kan kamu!” jawab ku bingung.

    “Yahh. Kalo misalnya aku ulangtahun, oppa ngasih apa?”

    “Umm..” Aku berpikir sejenak “Cincin!” jawab ku mantap.

    “Iih. Emang mau ngelamar?!” katanya malu sambil memukul pundak ku pelan.

    “Haha. Emang kamu ga mau nikah sama oppa?” goda ku.

    “Mau sih..” Jawabnya dengan muka memerah.

    “Hahaha jagiya, kamu lucu sekali kalau malu seperti ini. Eh itu ada dress bagus, mungkin adik mu suka!”



    2 jam kami menghabiskan waktu untuk memilih-milih pakaian. Aku ingin membantu tapi kata Ahra selera berpakaian ku jelek. Ya sudah aku diam saja membuntutinya -___-“

    Sesudah itu kami makan siang dan bermain di game center. Benar-benar hari yang menyenangkan Very Happy

    Aku merebahkan diri di tempat tidur.

    -I’m gonna get stronger. Geurae heyeojin gedeo joha eochapi eonjen gan neowa-

    Ringtone 2PM yang menandakan ada sms, berbunyi. Aku mengambil HP ku lalu membuka smsnya.

    From: Ahra my jagiya

    “Oppa, gomawo untuk hari ini. Lagi 2 hari kita jalan-jalan lagi yuk bareng dongsaeng ku itu. Oppa ga lupa kan lagi 2 hari, hari apa? *kalau oppa lupa, kita putus!*”

    Aku tersenyum lalu mulai mengetik untuk membalas smsnya.

    “Tentu saja oppa tidak lupa jagiya. Lagi 2 hari, hari jadi kita yang ke 4 bulan kan?Baiklah. Aku juga ingin mengetahui wajah dongsaeng mu.”

    Terkirim. Aku mematikan nada dering HP ku dan memakai getar saja. Setelah itu aku menaruhnya di sebelah ku. DRRT-DRRT

    Cepet banget balesnya =..=v

    “Tepat sekali! Haha besok kita bicarakan lagi di sekolah ya oppa. Aku mau nonton dulu. Night!”

    Aku membalas lagi

    “Oke. Besok oppa jemput ya. Jangan nonton sampai malam biar ngga telat. Night too my wife hahaha :p”



    -besok paginya-

    Aku menunggu di depan rumahnya. Tidak lama kemudian dia datang dengan sedikit berantakan.

    “Mianhae oppa nunggu lama” katanya

    “Gwaenchana, hari ini kan sekolah hanya untuk pembagian raport. Kajja!” Aku menyodorkan helm, lalu kami sama-sama berangkat ke sekolah.

    Sesudah memakirkan motor, kami sama-sama berjalan ke gedung sekolah. Kelas kami berbeda, Ahra kelas 10-1 sedangkan aku 11-6.

    “Oppa, kita taruhan yuk!” kata Ahra saat kami sama-sama berjalan ke gedung sekolah.

    “Taruhan apa?”

    “Kalau raport ku lebih bagus dari punya oppa, oppa traktir aku. Kalau raport ku lebih jelek, oppa tetep traktir aku.”

    “Mana ada taruhan kayak gitu! Gini aja, kalau raport oppa lebih bagus, oppa boleh selingkuh” canda ku.

    “Aish! Iya deh sana aja selingkuh!!”

    “Hahaha. Ya udah, taruhannya uda deal ya. Bye” Aku menaiki tangga ke lantai 2 dan meninggalkan Ahra yang sedang memasang muka ngambek.



    “Coba lihat raport mu!” kata ku. Ahra menyodorkan raportnya dengan PeDe. Aku membuka-buka halamannya.

    “Aish! Jumlah nilai mu lebih besar daripada punya ku” Aku meliriknya dengan tampang kesal.

    Ia hanya tersenyum mesum

    “Okeee. Sekarang kamu mau di traktir apa?” tanya ku terpaksa.

    “Haha oppa kesel yaa? Ditraktir apa aja deh.”

    “Traktirannya besok aja yaa? Biar sekalian” tawar ku.

    “Iya deh. Besok ketemuan di taman itu lagi ya jam 02.00 PM”

    Aku mengangguk.



    *Still Seulong POV*

    Aku memarkirkan motor ku di dekat taman lalu berjalan ke bangku yang biasa aku gunakan kalau ketemuan dengan Ahra. Sayangnya, Aku telat. Bangku itu sudah di duduki oleh seorang yeoja.

    “Ah ! Annyeong oppa” sapa yeoja itu ketika melihat ku yang sedang menatapnya tajam.

    “Kau menyapa ku?” tanya ku kaget

    Ia mengangguk “Oppa yang bernama Seulong kan? Namjachingu-nya Ahra eonnie ?”

    “Ne. Siapa kau?”

    “Aku Hyun Linji. Adik sepupunya Ahra eonnie. Ini, eonnie ada menitipkan surat untuk oppa” Ia menyodorkan kertas berwarna pink. Aku segera mengambil kertas itu dan membacanya..

    -Ongie, mianhae aku tidak bisa ikut merayakan hari jadi kita. Tadi pagi aku dipaksa menemani ahjussi ku ke rumah sakit. Sebagai gantinya, kau jalan-jalan saja dengan Linji. Anggap saja dia itu aku. Mianhae, jeongmal mianhae huhu T_T-

    “Aish ! Kenapa dia tidak menghubungi ku? Malah lewat surat?” tanya ku ke Linji.

    “Tadi dia buru-buru. Mungkin tidak sempat.”

    “Ck! Ya sudah lah !” Aku meremas surat itu lalu berbalik akan pulang.

    “Eh tunggu oppa” cegah Linji

    “Apa lagi?” tanya ku dengan tatapan malas

    “Kau tidak mau menemani ku?”

    “Hah? Apa kau tidak takut di temani oleh namja yang sama sekali belum kau kenal?”

    “Eng.. Takut sih.. Tapi Ahra eonnie bilang kalau oppa itu orang yang baik”

    Aku terkejut mendengar pengakuan polosnya. “Benarkah Ahra berkata begitu?”

    Ia mengangguk “Tapi gapapa kok kalau oppa tidak mau menemani ku”

    “Baik akan ku temani. Kamu mau kemana?”

    “Ke pantai saja. Mianhae aku merepotkan” katanya menunduk.

    “Gwaenchana. Kajja”



    -di pantai-

    Linji berjalan-jalan dengan riang di pinggir pantai sementara aku hanya membuntutinya di belakang.

    “Oppa jam berapa sekarang?” teriaknya dari kejauhan

    “Jam 03.15 PM” balas ku

    Ia mengangguk girang lalu melanjutkan berjalan-jalan di pinggir pantai sambil sesekali bermain air dengan kakinya. Untungnya pantai ini sepi, jadi tidak ada orang yang melihat perilaku kekanak-kanakannya.

    Setelah capai, ia duduk di bangku yang ada di pantai *bangku yang biasa dipakai buat berjemur itu lho* . Aku ikut duduk di sebelahnya.

    “Sudah puas?” tanya ku

    “Belum. Tapi aku haus” keluhnya

    “Haha. Aku belikan eskrim ya” tawar ku sambil bangkit berdiri.



    Ia menikmati eskrimnya dengan lahap (?)

    “Gomawo oppa” katanya disela-sela menikmati (?). Aku tersenyum.

    “Oppa, jam berapa sekarang?”

    “Jam 04.00 PM” jawab ku sambil melirik jam di handphone ku “Memang ada apa?”

    “Aku ingin melihat sunset” jawabnya lesu.

    “Sebelumnya kamu belum pernah lihat?” tanya ku lagi

    Ia menggeleng. “Bahkan ini baru kedua kalinya aku ke pantai. Itupun bersama Ahra eonnie setahun lalu”

    “Hah? Kenapa tidak dengan teman mu saja? Bukannya di daerah mu ada banyak pantai?”

    “Aku tidak punya teman. Tidak enak ke pantai sendirian”

    “Kalau pacar?”

    “Apalagi itu..”

    “Ah.. Mianhae aku kelewatan bertanya”

    Ia tersenyum menatap ku “Gwaenchana. Mereka memang menganggap ku teman, tapi aku tidak”

    “Maksud mu?” tanya ku terkejut.

    “Mereka bilang aku sahabatnya, tapi kenyataannya mereka hanya datang ketika mereka sedang ada masalah. Setelah itu, aku akan membantu mereka menyelesaikan masalah. Lalu mereka hilang lagi”

    Aku mengangguk mengerti “Pindah saja kesini”

    “Tidak mungkin. Appa tidak mengijinkan ku”

    Aku terdiam sesaat. Sementara Linji kembali asyik menikmati eskrimnya

    “Oya! Sekarang kamu berulangtahun kan?”

    “Iya. Kok oppa tau?” tanya Linji heran

    ”Ahra yang bercerita kepada ku. Nah kamu mau apa?”

    “Ngga deh. Aku ngga mau apa-apa”

    “Ah ayolaahh. Apa yang ingin kamu lakukan jika kamu punya teman?”

    “Aku ingin.. bermain di TimeZone” *TimeZone? haha saya memang author sableng*

    “Kalau begitu, ayo kita lakukan!” Aku berdiri lalu menarik tangannya.

    “Eh tapi…”

    “Ayo. Sambil menunggu sunset !”

    “Baiklah”



    Setelah puas bermain di TimeZone, kami kembali ke pantai tadi. Tepat saat sunset.

    “Waah sunsetnya indah sekali oppa. Gomawo sudah menemani ku hari ini” kata Linji tersenyum.

    “Ne. Ayo kita pulang. Ini sudah maghrib (?)”

    Linji mengangguk.



    -malamnya-

    Aku sedang bersantai menonton TV saat eomma tiba-tiba memanggil ku “Seulong, Handphone mu berbunyi daritadi tuh”

    Aku segera bangun dan mengambil HP ku yang ada di meja belajar. 2 sms dari Ahra..

    “Oppa, besok kita harus ketemuan di taman. Ada yang ingin aku bicarakan. HARUS!!”

    “Oppa!! Balas sms ku! Oppa mau ga ketemuan? Balas secepatnya, kalau tidak berarti oppa sudah tidak menganggap ku!!”

    Heh? Aku terkejut membaca smsnya. Tapi langsung saja ku balas. Daripada dia tambah marah. *yang sabar ya Seulong punya pacar kayak Zahra Razz *

    “Mianhae, tadi aku sedang menonton jadi tidak tau kalau ada sms. Baiklah, besok, di taman, jam 09.00 AM”

    Sebenarnya Ahra kenapa ya..



    Aku memarkirkan motor ku di dekat taman dan berjalan ke bangku biasa. Ku lihat Ahra sedang duduk menunggu sambil menunduk ‘Lho? Tumben Ahra tidak terlambat. Sebegitu pentingkah sesuatu yang ingin ia bicarakan?’

    “Ya jagiya! Menunggu lama ya?” Aku menepuk pundaknya sambil tersenyum.

    Ia menatap ku, menggeser posisi duduknya lalu menepuk tangannya ke bangku, mengisyaratkan ku untuk duduk di sebelahnya. Aku mengikuti instruksinya dan duduk di sebelahnya.

    “Apa yang ingin kau bicarakan jagiya?” tanya ku hati-hati. Aku tau ia sedang tidak mood.

    “Apa saja yang kemarin oppa lakukan dengan Linji?” tanyanya balik

    “Ng.. Berjalan di pantai, makan eskrim, bermain di TimeZone, lalu melihat sunset” jawab ku

    “Lalu? Setelah melihat sunset?”

    “Langsung pulang kok. Tidak ada pergi lagi”

    “Bohong!! Linji bilang oppa mencium Linji!!” teriak Ahra

    “MWORAGO ?!! Tidak, aku tidak ada melakukan itu!!” balas ku.

    “Kata Linji juga kemarin kalian saling mengirim sms makanya oppa telat membalas sms ku” tuduh Ahra lagi

    “Nih kalau tidak percaya!!” Aku mengeluarkan HP ku dari kantong celana dan memberikannya ke Ahra. Aku paling tidak suka dituduh yang aneh-aneh.

    “Bahkan nomor HPnya Linji pun aku gak tau!” kata ku lagi saat Ahra sedang sibuk membaca inbox HP ku.

    “Baiklah, aku percaya. Lalu masalah ciuman itu? Mana bukti kalau oppa tidak melakukannya?!”

    “Bukti? Bagaimana bisa aku memberi bukti!! Demi Tuhan, Aku tidak melakukannya!!” balas ku kesal.

    “Kalau tidak ada bukti, aku tidak akan percaya” dengus Ahra

    “Terserah! Aku sudah berkata jujur tapi kalau kau tidak percaya, berarti kau memang tidak menganggap ku pacar. Jangan menghubungi ku lagi sampai kau menyadari kesalahan mu!” Aku berdiri lalu berjalan ke arah motor ku untuk pulang.



    *Ahra POV*

    Aku hanya bengong melihat Seulong yang semakin jauh berjalan. Aku tidak menyangka ia bisa marah sampai seperti itu. Harusnya kan aku yang marah!!!

    DRRT-DRRT .. HP ku bergetar. Aku segera membaca sms yang masuk.. Dari Linji..

    “Eonnie, hari ini aku pulang. Terimakasih sudah mengijinkan ku menginap di rumah mu. Oya, masalah Seulong oppa, dia tidak ada mencium ku atau mengirim sms ke aku kok. Itu hanya skenario ku. Anggap saja itu salam perpisahan dari ku. Hahaahaha maaf ya eonni.. *jangan bilang eonnie dan Seulong oppa putus karena bualan ku ya*”

    ‘Linji sialan!’ gerutu ku lalu segera berlari mengejar Seulong yang belum jauh



    *Seulong POV*

    Aku merogoh (?) kantong celana ku dan mengambil kunci motor. Tiba-tiba aku merasa ada yang memeluk ku dari belakang.

    “Ahra? Ngapain kau memeluk ku?” kata ku galak.

    “Mianhae oppa. Mianhae. Ternyata Linji hanya bercanda. Mianhae aku telah menuduh oppa yang aneh-aneh” isaknya sambil mempererat pelukkannya

    “Heh kamu jangan menangis sambil memelukku. Nanti baju ku kena ingus!” Aku membalikkan badan ku lalu menatapnya. Sebenarnya aku agak tidak rela memaafkannya.

    “Mianhae oppa. Aku tidak mau putus hanya karena masalah ini huee” meweknya lagi. Aku tersenyum.

    “Ne jagi. Oppa kan tidak ada minta putus.” Kata ku lalu memeluknya

    -END-

    Buat yang baca. minta saran dan kritiknya yaa >.<
    avatar
    happusari
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 100
    Join date : 2010-07-25
    Lokasi : Jakarta

    Re: [FANFICT] I'm yours

    Post by happusari on Sun Apr 10, 2011 1:29 am

    Bagus nih jo~ Smile

    Style kamu emang ff dialog gini yah? nice sih, tp kurang deskripsi tempat ato perasaan gituh.. hehe saran aja sih.. Smile

    Soalnya kebanyakan ff dialog yg aku baca itu ff parodi + lawak jadinya urusan setting + perasaan + gerak gerik jadi ngaruh bgt.. hehe macam buat drama aja gituuuh..

    Keep writing yaa~ Hwaiting!!Very Happy

    btw, itu kalimat terakhir.. "tidak ada minta putus"? kebacaannya aneh.. hehe

      Current date/time is Thu Dec 14, 2017 7:59 pm