1st 2AM fans site Indonesia

Maaf Anda tidak diperbolehkan mengakses halaman ini....


Silahkan Log-In terlebih dahulu^^~


kalau belum jadi member daftar dulu yaaah!!!

Rules :
- Guest harus daftar jadi member dulu
- Member wajib intro di "Thread IAM Introduction"
- Member tidak diperbolehkan memsuki area "Admin"
- Member wajib mematuhi semua rules yg ada

Kami sangat menghargai kalian sebagai IAM Indonesia jika mematuhi rules yang ada so Let's Spazz in here ^,~

Latest topics

» acetaminophen nomogram
Wed Aug 03, 2011 4:22 am by Guest

» increase backlink backlinks service
Tue Aug 02, 2011 4:03 am by Guest

» pkv vergleich beamte
Mon Aug 01, 2011 2:04 am by Guest

» Plan Your Trip to Canada
Sun Jul 31, 2011 2:11 am by Guest

» Antiskoutsinc
Fri Jul 29, 2011 9:57 am by Guest

» Where can I make a timeline and save it to put on a Weebly website?
Wed Jul 27, 2011 1:34 pm by Guest

» No Blue Screen Canvas in FCP-Enjoy HD video editing in FCP 6/7 with AVCHD to Apple ProRes 422 conversion
Thu Jul 07, 2011 12:51 pm by kyogoku

» Acer A500 DLNA-Stream Acer Iconia Tab A500 Videos to DLNA Certified TV through DLNA
Mon Jul 04, 2011 4:15 pm by kyogoku

» Transfer/Convert Sony HDR-CX150 AVCHD MTS Movie to Apple ProRes for Final Cut Pro on Mac
Tue Jun 28, 2011 4:12 pm by kyogoku

Poll

Bagaimana Menurut Kalian Tentang Forum Ini??
11% 11% [ 7 ]
27% 27% [ 17 ]
53% 53% [ 34 ]
6% 6% [ 4 ]
3% 3% [ 2 ]

Total Votes : 64

Affiliates

free forum
free forum
missAIndonesia

    [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Share
    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go

    Post by mz_kyungmin on Fri Aug 20, 2010 12:28 pm

    Karena belum ada yang ngeshare ff... saya memberanikan diri ngepost satu... bukan ff baru sih... udah lumaya lama juga... mungkin salah satu dari kalian pernah baca ini di blog atau di fb saya...



    Title: Even If I Die, I Can’t Let You Go
    Rating/Genre : PG15 / Romance
    Author : eghachan
    Cast : Choi Kyungmin, Im Seulong, Shin Sungyoung
    Disclamer: I don’t own any character of this fanfiction. They belongs to God and themselves. I don’t make money from this fanfiction, I made this just for fun, please don’t sue me. You can copy my fanfiction in anysites but please, give me full credit and not claim this as yours. Enjoy.

    PART 1

    “Kyungmin-ah, saranghaeyo…”

    ~ 7 Tahun Yang Lalu ~

    Aneh.

    Itu adalah kata yang pantas ku ucapkan saat bertemu dengannya. Betapa tidak? Saat pertama kali bertemu dengannya, ia sudah tahu namaku, bahkan nama lengkapku. Dan ia juga tahu tentang seluk beluk keluargaku, hingga nama kakek buyutku yang aku sendiri juga tidak tahu siapa namanya.

    Dan beberapa hari kemudian, ia menyatakan perasaannya padaku. Katanya hanya butuh sedetik untuk bisa suka padaku. Karena ia telah jatuh cinta padaku sejak pandangan pertama.

    Tapi aku dengan tegas menolaknya, karena bagiku, cinta bukanlah sesuatu yang bisa kita ungkapkan hanya dalam beberapa hari.

    Love at first sight? Menurutku, kalimat itu hanya sebuah ungkapan belaka. Mana bisa kita langsung merasakan cinta pada orang yang belum kita kenal? Suka atau sekedar kagum mungkin, tapi kalau langsung jatuh cinta, aku rasa tidak. Itulah prinsip hidupku. Terlebih karena pengalaman masa laluku, membuatku sulit sekali untuk mempercayai seseorang ataupun menjalin hubungan dengannya.

    Kalau tidak salah, namanya seulong. Im Seulong. Usianya 5 tahun lebih tua dariku, dan baru saja lulus dari SMA. Ia adalah tetangga baruku. Atau lebih tepatnya, aku lah tetangga barunya. Karena baru seminggu aku pindah di daerah ini bersama keluargaku. Rumahnya berjarak beberapa blok dari rumahku.

    Ia adalah orang yang pertama kali menyapaku saat kami pindah di daerah ini. Ia juga lah yang mengenalkan diriku pada semua remaja di daerah itu. Dan ternyata ia lumayan terkenal di daerah itu. Karena hampir semua orang mengenalnya.

    Kembali pada pernyataan perasaannya padaku. Seminggu setelah kami berkenalan, ia mengatakan kalau dia menyukaiku dan ingin menjadikanku sebagai pacarnya. Namun, karena tidak mempunyai perasaan apapun padanya akupun langsung menolaknya.

    Tapi setelah penolakanku itu, ia tidak begitu saja menyerah. Malah ia semakin berusaha untuk menunjukkan perasaannya padaku. Ia sering mengajakku untuk berkumpul bersama anak-anak yang seumuran denganku.

    Pernah suatu ketika saat kami berkumpul bersama, salah satu temannya bercerita bahwa ia sangat menyukaiku. Kapanpun ia bersama mereka pasti selalu membicarakan tentang diriku. Dia yang berada di tempat yang sama hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya bermain gitar dan bernyanyi bersama teman-temannya yang lain.

    Ia kembali memintaku untuk menjadi pacarnya sebulan kemudian. Namun kali ini aku menolaknya secara halus, dengan dalih ingin mengenalnya lebih jauh lagi. Saat itu, ia merasa senang sekali dengan perkataanku. Mungkin ia mengira aku memberikannya lampu hijau, namun bagiku, itu hanya salah satu alasan agar ia menyerah. Rencanaku adalah melakukan segala hal yang menyebalkan di hadapannya, agar ia melupakanku.

    Rencana pertama adalah dengan tidak sengaja menghilangkan hadiah yang pernah ia berikan padaku.

    ”Mianhae, seulong-sshi. Aku tidak sengaja meninggalkan walkman yang kau berikan di kelas. Dan saat aku kembali sudah hilang.”
    ”Ah...tidak apa-apa. Sebaiknya kau lebih berhati-hati lain kali.” ucapnya.

    Sebenarnya walkman pemberiannya sedang kupinjamkan kepada salah seorang temanku di kelas. Ia membelikanku walkman karena tahu satu-satunya walkman yang kumiliki sudah rusak. Dan ia tahu kalau aku suka sekali mendengarkan musik saat sendirian, jadi ia membelikanku walkman tersebut tepat saat kembali menyatakan perasaannya padaku.

    Rencana selanjutnya adalah aku akan menolak semua ajakannya untuk berkumpul bersama teman-temannya yang lain.

    ”Jadi, malam ini kau juga tidak bisa keluar rumah?” tanyanya
    ”Sepertinya begitu, aku harus mengajari adikku belajar.”

    ~

    ”Kyungmin-ah, aku antarkan kau sekolah yah.” ajaknya
    ”Gomawo, tapi aku sudah janji dengan sungyoung akan pergi bersama pagi ini. Mungkin lain kali.”
    ”Kalau begitu pulang sekolah saja aku jemput?”
    ”Aku tidak tahu pulang jam berapa. Karena hari ini akan ada pelajaran tambahan.”

    Berkali-kali aku menolak ajakannya untuk pergi bersama. Dan ia hanya menerimanya dengan pasrah dan mungkin sedikit kecewa.

    Sampai suatu hari, ia nekat membawaku yang baru saja pulang sekolah pergi dengan motornya. Ia tidak berkata apapun, hanya menarikku untuk naik ke atas motornya, dan langsung mengendararai motor itu dengan kecepatan yang cukup tinggi. Aku sempat melihat wajahnya yang terlihat agak marah.

    ”Sepertinya rencanaku berhasil” pikirku.

    Akhirnya kami berhenti di sebuah taman yang belum pernah kulihat sebelumnya. Ia langsung turun dari motornya dan berdiri di hadapanku yang masih berada di atas motornya.

    ”Aku kecewa padamu, kyungmin.” ujarnya serius.
    ”Apa maksudmu?” aku hanya menanggapinya dengan santai.
    ”Kau tidak perlu memberiku harapan jika kau tidak suka padaku.” lanjutnya, bisa kulihat matanya hampir berkaca-kaca.

    Baru kali ini kulihat seorang laki-laki menangis. Terlebih dihadapan seorang perempuan sepertiku.

    ”Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau katakan.” elakku lagi.
    ”Aku mencintaimu, kyungmin. Dengan semua perhatian yang kuberikan padamu, apa belum cukup untuk membuktikan hal itu?”

    ”...” aku pun terdiam mendengar perkataannya.

    ”Mulai saat ini kau tidak usah menghindariku lagi. Aku akan berusaha melupakan semuanya. Tapi kuharap kita masih bisa menjadi teman. Kau tidak akan menghindariku sebagai teman kan?”

    ”Aku tidak pernah menghindarimu.”
    ”Apa namanya kalau bukan menghindari? Kau selalu mencari alasan saat aku ingin bersama denganmu. Entah karena urusan sekolah ataupun urusan keluarga. Saat kau bilang sedang ada pelajaran tambahan, ternyata hari itu kau pulang seperti biasa. Dan saat kau bilang ingin pergi bersama temanmu, ternyata kau pergi sendirian. Sebegitu tidak inginkah kau pergi denganku?”

    ”Darimana kau tahu?”
    Semua perkataannya benar, semua alasan yang kukatakan hanya kebohongan yang semata-mata kubuat untuk menghindarinya.

    ”Aku selalu memperhatikanmu setiap hari. Saat kau akan berangkat sekolah, ataupun saat kau pulang sekolah.”

    ”...” aku terdiam kembali. Laki-laki di hadapanku ini hanya menunduk dan akhirnya duduk di sampingku.

    ”Maaf, kalau pernyataan cintaku menjadi beban untukmu. Mulai besok aku takkan pernah mengganggumu lagi.” ujarnya lembut. Kini sikapnya sudah kembali seperti biasa.

    it was really hard. when i loved you,
    nothing happened the way i wanted it to
    i keep promising myself to stop bothering you
    even though i wait until death, you won’t come
    goodbye, my love. i’ll let you go now.
    the remembrances and the memories, i’ll forget them all
    i’ll erase and erase and empty out every drop of love from my heart



    Dia memandangiku yang masih terdiam dan akhirnya mengajakku pulang. Selama di perjalanan, kami hanya diam. Baik aku maupun dia sama-sama tidak mengucapkan satu patah katapun. Begitu terus hingga sampai di depan rumahku.

    ”Gomawo.” kataku saat turun dari motornya dan menuju ke rumahku. Dia berlalu pergi tanpa mengucapkan apa-apa, hanya senyum kecil yang terlihat di sudut bibirnya.

    ***

    Dua minggu setelah kejadian itu, seulong benar-benar pergi dari kehidupanku. Ia berhenti menemuiku dan jika kami berpapasan di jalan, ia hanya tersenyum tanpa menyapaku lebih jauh. Kami bagaikan dua orang yang tidak pernha mengenal sebelumnya. Ia benar-benar melakukan apa yang dikatakannya padaku. Tidak akan pernah menggangguku lagi.

    Jujur, aku senang dengan keadaan seperti ini, namun entah mengapa, hati kecilku merasa ada yang salah dengan semua ini. Aku mulai merindukan lelucon-lelucon garing yang ia buat dan kehilangan senyumnya yang lembut. Aku sedikit merasa bersalah karena perlakuanku padanya.

    Pernah ku utarakan hal ini pada sahabat baruku, sungyoung, ia berkata kalau aku mulai menaruh hati pada seulong. Katanya, cinta bisa datang karena terbiasa. Karena aku telah terbiasa bersama seulong, jadi saat ia mulai menghindar, aku menjadi merasa kehilangan dirinya. Ia menasehatiku untuk lebih membuka hatiku pada seulong.

    ”Apa kau membencinya?” tanya sungyoung padaku
    ”Aniya” jawabku sambil menggeleng.
    ”Lalu, apa salah jika ada orang yang suka padamu? Sampai kapan kau akan memikirkan trauma masa lalumu itu? Kau harus bisa melupakan laki-laki yang telah menyakitimu. Kau harus berubah, kyungmin!” aku tahu saat itu sungyoung sedikit kesal padaku.

    ”Jadi aku harus bagaimana?”
    ”Hanya kau yang bisa menjawab pertanyaan itu.Tanya pada dirimu sendiri, apa kau siap untuk kembali membuka hatimu untuk seseorang?”

    Setelah curhat pada sungyoung, akupun sedikit memikirkan perasaanku pada seulong. Memang sikapku padanya sudah sangat keterlaluan, aku merasa sedikit bersalah padanya. Akupun memutuskan untuk menemuinya dan meminta maaf padanya serta memberitahukan perasaanku padanya. Memang aku belum benar-benar suka padanya, namun aku akan sedikit membuka hatiku untuknya.

    ***

    Sepulang sekolah, tidak sengaja aku bertemu dengannya. Dengan sedikit rasa malu dan segan, kuberanikan diri menyapanya.

    ”Annyeong seulong-sshi.” sapaku.
    “Ne, annyeong, kyungmin. Baru pulang sekolah?” tanyanya.

    Ia bersikap seperti biasanya. Tidak seperti orang yang pernah menyatakan perasaannya padaku. Sikapnya kali ini, sama seperti saat pertama kali kami bertemu.

    ”Nde, apa kau ada sedikit waktu hari ini?” tanyaku
    ”Waeyo?”

    ”Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”
    ”Bicara saja sekarang, aku akan mendengarnya.” ia melipat tangannya dan menatapku dengan serius.

    ”Tidak di sini. Apa bisa kita pergi ke taman waktu itu?” ajakku.
    ”Apakah ini persoalan yang serius?” tanyanya sambil tertawa.
    ”Nde, aku harus bicara berdua denganmu.” aku hanya diam saat ia menertawaiku.

    ”Arasso, ayo kita pergi.” kemudian ia mengajakku pergi dengan motornya yang terparkir tidak jauh dari situ.

    Tanpa pulang ke rumah, aku langsung saja pergi dengannya menuju taman. Selama perjalanan, dadaku berdebar cukup kencang, berharap-harap cemas tentang apa yang akan terjadi nanti.

    Sesampainya di taman, ia mengajakku duduk di bangku yang berada di tengah taman.

    ”Nah, apa yang ingin kau bicarakan?” ia duduk di sampingku dengan santai.
    ”...” aku terdiam sebentar.

    Sepertinya dia masih menungguku untuk bicara.

    ”Mianhae...jongmal mianhae....” kataku sambil memandang ke arahnya.

    ”Hey...kenapa kau minta maaf padaku? Sepertinya kau tidak pernah berbuat kesalahan sebelumnya.”

    ”Maaf aku telah membuatmu kecewa.”
    ”Oh...maksudmu masalah kita waktu itu? Tenang saja. Aku sudah melupakan semuanya. Aku tidak akan memaksamu untuk menyukaiku. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak mengganggumu kan?”

    Akupun mengangguk.

    ”Maukah kau tidak menghindariku seperti ini? Kembalilah seperti seulong yang selalu ceria di hadapanku. Semenjak kau menjauh, jujur, aku sedikit kehilangan dirimu.”

    ”Benarkah?” tanyanya tak percaya
    ”Ne...aku tidak berbohong. Apa pernyataanmu masih berlaku? Atau kau sudah tidak merasakannya lagi?” tanyaku

    Aku sudah bertekad akan berterus terang sekarang. Biar ia menganggap aku perempuan gampangan atau apa aku tak perduli. Selama aku sudah berlaku jujur padanya, hatiku tak akan pernah menyesalinya.

    ”Pernyataan yang mana?” tanyanya
    ”Apa kau masih suka padaku?”

    Jika aku bisa bercermin sekarang, mungkin wajahku akan berwarna sangat merah karena menahan rasa malu yang cukup besar. Bisa dibilang kali ini aku sedang mengemis sebuah cinta yang telah pergi dariku. Apapun jawaban yang akan diberikannya, aku akan terima, pikirku.

    ”Mengapa kau bertanya seperti itu?”
    ”Aku hanya ingin tahu.”
    ”Bukankah kau tidak suka denganku? Mengapa kau mengungkit hal itu lagi? Aku sudah berusaha melupakan dirimu.”

    Mendengar jawabannya, aku merasa sedikit menyesal telah berbuat jahat padanya.

    ”Jadi, kau tidak suka padaku lagi?”


    Even though I'm young, the pain is the same
    Just because I don't know the world very well
    Doesn't mean that I don't know pain



    ”Aku tidak mau menyakiti hatiku dengan menyukai orang yang tidak menyukaiku. Jadi, aku berusaha untuk tidak menyukaimu lagi.” jawabnya lirih.

    ”Apa kau mau menerimaku sekarang? Jika aku bilang bahwa aku akan mencoba membuka hatiku untukmu.”

    Ia terlihat kaget sekali dengan penjelasanku. Sepertinya ia tidak percaya kata-kata itu meluncur dari mulutku, perempuan yang telah menyakiti hatinya.

    ”Aku baru tahu kalau kau pandai sekali bercanda, kyungmin.” ujarnya sambil tertawa.
    ”Aku tidak bercanda.” jawabku serius.

    ”Apa yang kau rencanakan kali ini?” tanyanya.
    ”Tidak ada. Kali ini aku serius. Aku akan berusaha menyukaimu. Seperti katamu, kita akan berteman. Walaupun sangat sulit membuka hatiku untuk laki-laki, tapi aku akan berusaha lagi.”

    ”Apa ini karena mantanmu changmin?” tanyanya
    ”Bagaimana kau tau?” tanyaku heran

    Darimana ia tahu tentang masalahku dengan changmin? Aku belum pernah menceritakan tentang dia pada siapapun, kecuali sungyoung. Tapi sungyoung sudah berjanji tidak akan menceritakan masalah ini pada siapapun.

    ”Jadi, benar. ” ujarnya.
    Ia diam sejenak, lalu kembali berkata, ”Kalau itu alasannya, Aku berjanji tidak akan melakukan perbuatan itu padamu. Aku benar-benar menyukaimu, kyungmin.”

    ”Apa kau sungguh-sungguh?” tegasku.
    ”Ne, aku berjanji.”

    Mungkin apa yang dikatakan sungyoung benar, tidak semua laki-laki itu seperti changmin, mantan pacarku yang bejat itu. *oppa....mianhae....demi cerita*

    Setelah berpacaran setengah tahun denganku, ternyata sifat aslinya baru terlihat. Dia itu seorang maniak. Setiap bertemu denganku, ia pasti selalu saja berusaha ingin menyentuh tubuhku. Hingga suatu hari ia berusaha memperkosaku sepulang sekolah. Dan sejak kejadian itu, akupun putus dengannya dan tersiar kabar bahwa ia telah menghamili salah seorang adik kelasku. Padahal ia adalah laki-laki pertama yang kucintai. Dia adalah cinta pertamaku sebagai seorang perempuan.

    Karena kejadian itu, aku menjadi sedikit menutup hatiku untuk laki-laki. Aku hanya akan menganggap mereka semua teman, tidak lebih. Karena trauma itu masih melekat erat pada diriku.

    Pada awalnya aku merasa seperti itu pada seulong, tapi setelah aku mengenalnya, aku merasa ia berbeda dengan changmin.

    ”Sekali lagi, maafkan aku.”
    ”Tidak apa, kyungmin.” jawabnya.

    Kamipun mulai mengobrol dengan santai, dia menceritakan bahwa selama ia menjauhi, perasaannya selalu tak menentu. Ia merasa kalau yang dilakukanya salah, tapi ia tidak mau aku membencinya jadi ia bertahan.

    Aku sempat berpikir bahwa perbuatannya menjauh dariku hanya sebuah taktik untuk membuatku berpaling dan memikirkannya, namun sebelum aku bertanya hal itu padanya, ia sudah menjelaskan semuanya. Bahwa perbuatannya ini murni karena ia takut aku membencinya dan juga untuk menghargai perasaanku.

    Setelah cukup sore, ia mengajakku pulang, dan memperlihatkan kembali senyumnya yang lembut.

    "Jadi, apa boleh aku mengantar dan menjemputmu setiap hari?” tanyanya saat sampai di depan rumahku.
    ”Boleh saja. Sampai jumpa.”


    Itulah awal pertemuanku dengannya, dan juga awal dari kisah percintaan kami yang cukup rumit dan kadang dipenuhi airmata. Kisah dengan laki-laki yang akan kucintai hingga akhir hayatku.


    To be continue....



    kneel
    Tolong dikomen yah....


    Last edited by mz_kyungmin on Mon Aug 23, 2010 6:07 pm; edited 1 time in total


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    nyoo47
    Leader
    Leader

    Jumlah posting : 208
    Join date : 2010-03-14
    Lokasi : Surabaya

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by nyoo47 on Fri Aug 20, 2010 1:07 pm

    *Plok plok plok plok !!!!!!!! *
    bravo...bravo...


    back ceritanya bagus neechan...narsisnya tetep ya g bs dilupakan...alurnya juga sdh bagus (g ribet) cukup simple tp bener2 mencerminkan yg crita deh Smile


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~


    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by mz_kyungmin on Fri Aug 20, 2010 1:45 pm

    huaaaa... ternyata ada yang baca juga....
    nie ff kebanggaan neechan lho nyoo...
    menurut yang udah baca... banyak yang terhanyut ama ceritanya... mulai part depan, permainan emosinya lebih dapet *katanya*
    NARSISTIC IS A MUST!!!

    thx udah baca nyoo... tunggu lanjutannya yah...


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    rny
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 189
    Join date : 2010-08-10
    Lokasi : Makassar

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by rny on Fri Aug 20, 2010 5:47 pm

    wahh egha, yg kebayang saat baca ff ini, seulong dgn motornya di MV "i did wrong" AArrgghhh *teriakan streess

    sepertinya ini obsesi yah.. hehehehe

    untungnya kamu gak masukin jokwon disitu *sujudsyukur

    Lanjutin ceritanya yah Smile
    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by mz_kyungmin on Fri Aug 20, 2010 9:30 pm

    @rani: tenang aja... Stiap ff aye maincast-nya ongie aja koq...
    *setia dgn biasnya*
    Maksudnya obsesi tuh apa? Trus kenapa pake teriakan stress?
    Hehehe... Oke akan dilanjut kalo udah ada 5 org yg komen... Kalo tetep gag ada yah, paling mgu dpn ja gtu...


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    rny
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 189
    Join date : 2010-08-10
    Lokasi : Makassar

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by rny on Fri Aug 20, 2010 10:03 pm

    hahahaha,. aq teriak stress karn gak sanggup ngebayangin kamu naik motor bareng seulong.. Very Happy
    obsesi yah itu, obsesi naik motor bareng seulong.. kekekek

    besok besok ceritanya bakalan kemana yah.. Question
    avatar
    happusari
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 100
    Join date : 2010-07-25
    Lokasi : Jakarta

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by happusari on Sat Aug 21, 2010 6:40 am

    Keren nih onn~ Smile

    Btw somehow, pas si Kyungmin bilang mau ngelakuin sesuatu supaya Seulong ga suka sama dia, yg aku pikirin malah si Kyungmin mau bunuh Seulong loh onn.. Eh trus inget deh kalo genre nya bukan thriller. hehehe *mian, daku lagi suka ff thriller akhir2 ini..hehehe* kneel

    dan satu saran, eh bukan saran juga sih.. itu yg paragraf pas Kyungmin nyeritain mantannya. I tot it was abt Ongie bcs she was talking with Ongie on the previous par.. atau mungkin emang daku aja ya yg lola mikirnya.. hehehe

    yasud, Good luck ya onn! Smile
    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by mz_kyungmin on Sat Aug 21, 2010 9:35 am

    @rani: jiakakak... Tau gag? Ini ff dibuat sebelum single even if lho... Pas bulan des09. Jd gag ngebayangin i did wrong... Dan jujur ini sebagian pengalaman pribadi Razz

    @happu: jiah, dirimu masa mikirin thriller. Pengen c buat ky gtu, tp blm kesampean. Eh udah ada 1 deh...
    Mgkn krn paragrafnya gag dirapihin kali, jd kesannya nyampur


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    happusari
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 100
    Join date : 2010-07-25
    Lokasi : Jakarta

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by happusari on Sun Aug 22, 2010 6:07 am

    hehehe post dongs onn ff thriller nya? boleh tidak? cast nya siapa aja tuh onn?
    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by mz_kyungmin on Sun Aug 22, 2010 10:10 am

    @happu: wah... itu sih gag tau deh beneran thriller apa gag... cast-nya changmin dbsk tapi-nya... gag tau deh, boleh gag dipost di sini... kalo baca adja di blog mau??? tar onn kasih link-nya di twitter... otte?


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    nyoo47
    Leader
    Leader

    Jumlah posting : 208
    Join date : 2010-03-14
    Lokasi : Surabaya

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by nyoo47 on Sun Aug 22, 2010 8:04 pm

    Woey semuanya gmn lho kita bikin FF gabungan??
    jadi kita bikin 1 tema (misal ngambil unsur tema dari lagu apa gitu tentunya lagu 2AM ) Razz
    terus ada yg mengawali ceritanya ... trs ad yg berperan sbg sapa2 gt...misalnya agyu jadi jinwoon laugh
    trs neechan jd onggie ... trs rani jadi kwon...
    yg jd changmin spa yah pray


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~


    avatar
    Ziela
    Reporter
    Reporter

    Jumlah posting : 71
    Join date : 2010-03-12
    Lokasi : Blitar

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by Ziela on Mon Aug 23, 2010 1:49 pm

    Egha Onn... akhirnya Onnie post ff-nya di sini...

    Bagus Onn... seperti biasa... ^^
    hehe... g sabar nunggu chapter 2 keluar...

    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    PART 2

    Post by mz_kyungmin on Mon Aug 23, 2010 6:04 pm

    @nyoo: maksudnya piye??? ora mudeng iki...
    *sok2an pake boso jowo*

    @hanin: iya... akhirnya dipost di sini...
    ini mau ngpost lanjutannya....

    -------------------------------------------------

    PART 2

    ” Jongmal mianhae, kyungmin”


    ~ 1 Tahun Kemudian ~


    Tidak terasa 1 tahun sudah kami bersama. Dan selama itu pula aku sudah mulai benar-benar menyukai kekasihku, seulong. Ia telah membuka mataku kalau tidak semua laki-laki seperti changmin, huh...menyebut dan mengingat namanya saja aku sudah merasa jijik.

    Sikapnya padaku tidak pernah berubah, masih sama lembutnya seperti saat pertama aku mengenalnya. Dan untuk mengimbangi kebaikannya, aku berusaha memberikan perhatian yang lebih padanya. Tentu saja, dia kan kekasihku.

    Tapi, ada satu masalah mendasar yang sering kali membuat kami bertengkar. Hingga satu tahun kami berhubungan, kami belum pernah sekalipun berciuman. Maksudku, ciuman yang benar-benar disebut ciuman, dengan kata lain, kami belum pernah melakukan ciuman di bibir.

    Jika sekedar kecupan sayang di pipi atau kening itu sudah sering dilakukannya, tapi saat ia mencoba untuk mencium bibirku, aku menolak.

    Kadangkala, terlihat sekali wajahnya yang kecewa karena penolakanku, tapi saat aku mulai meminta maaf padanya, ia langsung mengubah raut wajahnya menjadi seperti semula.

    Hingga suatu saat....

    ”Jadi, sampai kapan aku harus menunggu?” tanyanya kala aku kembali menolak ciumannya.

    ”Mianhae, jongmal mianhae....” ujarku.
    Dia menghela nafas cukup panjang. “Kupikir, waktu 1 tahun sudah cukup untuk membuatmu melupakan mantanmu itu. Tapi ternyata kau masih saja memikirkannya.”

    ”Aniya....aku tidak pernah memikirkannya. Kau tau kalau aku membencinya, tapi kenapa kau selalu menyangkut pautkan hal itu?”

    ”Entah sampai kapan aku bisa bertahan seperti ini, kyungmin. Bukankah aku adalah pacarmu? Tidak bolehkah aku sedikit menunjukkan rasa sayangku dengan menyentuh bibirmu?” ia menatap ku dengan pandangan yang sedikit memelas.

    ”Kalau kau ingin menunjukkan rasa sayangmu, bukankah bisa dengan cara lain, tidak hanya dengan ciuman. Jika kau selalu menuntut hal itu, kau sama saja seperti changmin yang bejat itu.” aku merasa agak kesal dengan tingkahnya itu.

    Entah kenapa belakangan ini dia sering sekali marah saat aku terus-terusan menolaknya.

    ”Jadi, kau mulai menyamakan aku dengan mantanmu itu, hah?” hardik seulong.

    Baru kali ini kudengar ia membentakku. Dan sepertinya hari ini adalah puncak kemarahannya padaku.

    ”Kyungmin-ah, jangan berisik. Ini sudah malam.“ Tegur ummaku dari dalam rumah.
    “Nde, umma“

    Memang saat ini kami berada di rumahku, setelah beberapa bulan kami resmi pacaran, ia mulai datang ke rumahku setiap minggu. Orang tuaku, sepertinya tau kalau dia adalah laki-laki yang sedang dekat denganku, tapi mereka hanya menganggap nya sebagai salah satu teman laki-lakiku saja. Kata mereka, aku masih belum pantas untuk menjalin hubungan khusus dengan seorang laki-laki.

    ”Aku pergi.” ujar seulong yang benar-benar pergi dari rumahku.

    Namun, beberapa menit kemudian ia kembali.

    “Aku akan memberimu waktu untuk berpikir. Jika kau menganggapku pacar, maka kau akan membiarkanku menciummu. Tapi jika kau tetap tak mau, berarti kau masih berada dalam bayang-bayang mantanmu itu, dan belum sepenuhnya membuka hatimu untukku.”

    Setelah berkata seperti itu, ia mengecup keningku lembut dan pergi meninggalkanku yang masih terdiam di depan pintu rumahku.


    ***

    Setelah kembali ke kamar, aku mulai mencerna setiap perkataan yang ia ucapkan padaku. Sebenarnya ia tidak salah, tapi kenapa aku masih saja menolaknya? Sudah berkali-kali kutanyakan pada diriku, apa yang membuat aku menolaknya.?

    Aku sudah benar-benar belajar mencintainya sekarang. Dan tidak pernah memikirkan tentang changmin lagi. Tapi kenapa saat ia mencoba menciumku, aku menolak?

    Dan seperti biasa, saat aku punya masalah dengan seulong, aku selalu minta nasehat dari sahabatku, sungyoung. Yah, bisa dibilang dia lebih berpengalaman tentang masalah percintaan dibandingkan aku. Entah sudah berapa kali ia berganti pacar sejak aku mulai berkenalan dengannya, dan juga sebelum aku bertemu dengannya.

    Salah satunya, Seungho, ketua osis di SMA kami. Mereka baru saja putus beberapa minggu yang lalu, karena sungyoung ketahuan berselingkuh dengan taecyeon, ketua klub sepakbola. Dan kini sungyoung dan taecyeon sudah resmi berpacaran.

    Sekilas mengenai sahabatku sungyoung. Malam itu juga, aku mencoba menghubungi ponsel sungyoung. Setelah beberapa menit, barulah ia mengangkat telepon dariku.

    “Yoboseo...” sapaku memulai pembicaraan dengan sungyoung.
    “Kyungmin-ah, waeyo? Bukankah malam ini kau sedang bersama seulong?” tanyanya dari ujung sana.

    “Apa kau sedang bersama taec? Kalau tidak, aku ingin sekali mengobrol denganmu.”
    “Bicara saja, ia tidak keberatan koq.”
    “Benar, kalian mengobrol saja, tidak masalah bagiku” kali ini aku mendengar suara taecyeon di ujung sana.

    “Maaf kalau aku menganggu, aku ingin bertanya, apa arti ciuman untukmu, sungyoung?” tanyaku

    “Eh, kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?”
    ”Aniya, hanya ingin tahu, apa laki-laki akan marah saat kita menolak ciumannya?”

    ”Hmmm.....” sungyoung terdiam sejenak. ”Kau tau? Baru saja aku berciuman dengan taec.”

    ”Sungyoung-ah, kau itu serius mendengarkanku tidak sih?”
    ”Mian....tapi itu bukan mauku, dia yang tiba-tiba menyerangku.” kata sungyoung sambil tertawa kecil. Dan terdengar pula suara taecyeon yang menyahut di ujung sana.

    ”Biar aku yang menjawabnya, sebagai laki-laki” ternyata taecyeon yang sedang berbicara denganku sekarang.

    ”Ciuman yang maksud pasti ciuman di bibir kan? Tidak mungkin kau menelepon untuk bertanya hal kecil seperti ciuman di pipi atau di kening? Tanyanya santai.

    ”Nde.” jawabku sedikit malu.

    ”Oppa, kalau kau berkata seperti itu, kyungmin bisa malu kan?” ujar sungyoung

    ”Biar saja. Kalau bagiku, ciuman itu adalah bentuk rasa sayangku pada seseorang. Baik ciuman di pipi, di kening, ataupun di bibir. Sebuah ciuman akan sangat bermakna jika kedua belah pihak yang melakukannya saling mencintai. Jadi, dengan ciuman itulah mereka bisa menunjukkan perasaannya masing-masing.” jelas taecyeon.

    Aku terdiam mendengar penjelasannya. Ternyata laki-laki yang terkenal nakal dan brutal itu bisa juga berkata-kata seperti ini.

    ”Kalau seorang wanita menolak ciuman dari pacarnya, berarti si wanita belum benar-benar bisa menunjukkan perasaannya pada si laki-laki, atau si wanita itu tidak mempunyai perasaan apapun pada pacarnya itu. Jadi, ia enggan untuk melakukannya.” jelas taecyeon lagi.

    ”Tapi aku benar-benar menyukainya, dan kupikir tanpa berciumanpun kami bisa saling menunjukkan perasaan masing-masing kan?” tanyaku penasaran.

    ”Kau salah.” sungyoung kembali mengambil alih telepon itu. “Laki-laki terbiasa melakukan sesuatu sebagai pembuktian.cintanya. Dan jika kita menolak, mereka akan beranggapan kalau kita tidak suka pada nya. Mungkin kau merasa malu pada awalnya, tapi apa kau mau rasa malumu itu membuat kau ditinggalkan?” aku tersentak pada kalimat terakhir yang diucapkan sungyoung.

    Ditinggalkan? Separah itukah?

    ***

    Keesokan harinya, seperti hari-hari biasa, seulong tetap mengantarkan ku ke sekolah. Namun dengan wajah yang agak masam, mungkin karena peristiwa tadi malam. Dengan sedikit perasaan tegang dan malu, kuberanikan diriku untuk merangkul pinggangnya dari belakang. Hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnya.

    Dan sepertinya, ia sangat terkejut dengan perbuatanku ini. Tanpa berkata apapun, dia hanya membelai lembut tanganku yang sedang memeluk pinggangnya dan aku bisa melihat wajahnya yang tersenyum dari kaca spion motornya.

    Aku mulai merapatkan tubuhku padanya, dengan maksud mempererat pelukanku padanya sambil berkata lirih, “Mian, aku telah membuatmu kecewa, oppa.”

    Seulong menghentikan motornya sebentar dan memandangi wajahku.

    “Apa aku tidak salah dengar? Kau memanggilku oppa?” tanyanya heran
    ”Nde, apa tidak boleh?”
    ”Tentu saja boleh, malah aku senang sekali, jagi.”

    Saat itu juga, ia memelukku karena merasa senang sekali kupanggil dia dengan sebutan oppa.

    ”Maaf, aku selalu menolakmu. Tapi aku janji, akan berubah untukmu. Karena aku menyayangimu, oppa.”

    Tidak terasa butiran airmata telah jatuh dari ujung mataku, dan dengan lembut dia mengusapnya.

    ”Semalaman aku telah berpikir, sepertinya aku memang agak terburu-buru meminta hal itu padamu. Jika kau belum siap, aku akan menunggu. Kau tau aku juga menyayangimu, kyungmin. Bahkan mungkin lebih besar daripada perasaanmu padaku.” katanya sambil tersenyum lembut ke arahku, dan aku akhirnya membalas juga senyumannya.

    Kami kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolahku. Dan kami berjanji sepulang sekolah, akan pergi ke taman itu lagi. Taman special kami.

    ***

    Hampir setiap hari, kami pergi ke taman ini. Hanya untuk menghabiskan waktu bersama. Karena walaupun kami bertemu setiap hari, waktu untuk kami luangkan berdua hanya sebentar, hanya sebatas perjalanan dari rumah ke sekolahku saja. Dan saat ia datang ke rumahku pada malam hari, itupun tidak terlalu lama, karena orangtuaku tidak memperbolehkan kami berlama-lama. Paling lama jam 10 malam dia sudah harus pulang, walaupun keesokan harinya adalah hari libur. Tapi orangtuaku tetap tidak memperbolehkan kami. Dan sejak tahu kalau aku mempunyai hubungan khusus dengan seulong, orangtuaku menjadi melarangku untuk pergi keluar rumah. Entah apa alasan tepatnya.

    Seperti biasa, taman itu sangat nyaman untuk dipakai mengobrol. Karena tempatnya sangat sepi dan tenang. Aku menjadi sangat senang saat di sini. Udaranya segar dan pemandangan di sini pun cukup bagus. Amat sangat berbeda dengan hiruk pikuk yang terjadi di sekitar rumah ataupun sekolahku.

    Aku sangat suka mengobrol tanpa harus turun dari motornya. Sebenarnya, masih sangat janggal memanggilnya oppa, tapi aku harus melakukannya. Sesekali ia membelai rambut ku yang tergerai dan merangkulku dari samping. Ataupun membuatku bersandar di dadanya bidang. Tidak pernah sekalipun aku merasa bosan saat berada di dekatnya, ia selalu saja bisa mencairkan suasana di antara kami.

    Namun, tiba-tiba ia memandangku cukup serius, sepertinya ini saatnya, pikirku.

    Dan ia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Biasanya aku akan langsung menghindar dari jangkauannya. Tapi kali ini, aku masih berada di tempatku dan menutup mataku sambil menunggu hal itu terjadi.

    Tapi setelah beberapa detik aku menunggu, tidak terjadi apapun, malah aku merasa hidungku bergesekan dengan sesuatu. Karena ingin tahu, aku membuka mataku. Ternyata ia menggesek-gesekkan hidungnya dengan hidungku. Persis seperti orang eskimo saat mereka bersalaman. Melihat diriku yang terheran-heran, ia hanya tersenyum dan tertawa kemudian.

    Padahal aku sudah benar-benar menyiapkan diriku saat itu, tapi ia malah mempermainkanku. Melihat dirinya yang masih tertawa, aku pun mengerucutkan bibirku.

    ”Kau jahat, oppa. Awas, aku akan membalasmu nanti.”
    ”Mianhae, tapi kalau saat itu kau lihat dirimu sendiri di cermin, pasti kau akan tertawa sekarang,” katanya.

    ”Memang ada yang aneh di wajahku?” tanyaku padanya, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dibicarakannya.

    ”Kau terlalu tegang, jagi. Santai saja. Ini bukan pertama kalinya buatmu kan?”

    Aku terdiam mendengar pertanyaannya itu.

    ”Kau salah oppa. Inilah alasanku selalu menolakmu. Karena ini adalah pertama kalinya untukku. Saat bersama changmin pun, aku selalu berhasil mencari alasan agar ia tidak menciumku.” ujarku dalam hati.

    Raut wajahnya berubah saat melihatku terdiam.
    ”Jadi, ini yang pertama?” tanyanya.
    Akupun mengangguk.

    ”Mianhae, karena aku kau jadi memaksakan diri seperti ini. Mengapa kau tidak pernah bicara padaku sebelumnya?” ia yang kini duduk di sampingku kembali membuatku bersandar padanya dan juga membelai lembut pipiku.

    Aku harus menjawab apa? Alasan utama aku menolaknya hingga sekarang adalah karena aku terlalu malu dan belum siap untuk melakukannya. Aku tidak mau ia berpikir aku terlalu naif dan polos.

    Sambil tetap merangkulku, Ia mulai mengangkat daguku dengan ujung jari telunjuknya dan membelai bibirku dengan ibu jarinya. Dan ia kembali mendekatkan wajahnya, semakin lama semakin dekat. Kali ini aku tetap membuka mataku, takut kejadian sebelumnya terulang kembali.

    Tapi ternyata hal itu benar-benar terjadi sekarang. Ia mulai menempelkan bibirnya pada bibirku, aku bisa melihat ia mulai memejamkan matanya, karena saat ini mataku terbuka lebar memandanginya. Aku merasa berhenti bernafas sejenak, saat bibirnya mulai menghisap bibir bagian bawahku dengan lembut.

    Aku yang baru pertama kali merasakan apa itu ciuman hanya bisa diam, karena tak tahu apa yang seharusnya aku lakukan. Apa sebaiknya aku membalasnya? Tapi aku tak mengerti. Dan kali ini ia mengubah letak bibirnya, dan mulai melumat bibir bagian atasku. Namun, aku tetap diam, memperhatikan matanya yang kini mulai terbuka.

    Tidak lama setelah itu, ia melepas ciumannya, dan tersenyum lembut ke arahku. Akupun mulai mengatur nafasku yang menjadi tidak beraturan karena perbuatannya tadi.

    ”Ternyata benar, ini adalah ciuman pertamamu.” katanya sambil tetap tersenyum
    ”Darimana kau tahu?”

    ”Karena kau tidak membalas ciumanku. Tapi, tidak apa-apa, mulai saat ini aku yang akan mengajarkanmu.” ujarnya sambil kembali mendekatkan wajahnya padaku.

    ”Yak...oppa....sudah cukup untuk hari ini.” aku menahan tubuhnya dan berusaha menjauhkan dirinya.

    Tapi tenaganya yang lebih besar dariku dengan mudahnya menepis tanganku dan ia memelukku. Lho...bukankah ia ingin menciumku lagi, tapi kenapa ia memelukku sekarang?

    ”Saranghaeyo, kyungmin.” bisiknya lembut di telingaku.
    ”Na do saranghaeyo oppa.” jawabku sedikit malu.

    ”Kau tidak usah memaksakan dirimu lagi, kyungmin. Kalau kau masih belum siap, aku akan menunggu. Aku sudah sangat senang kau mau memanggilku oppa, dan kau juga telah memberikan ciuman pertamamu untukku.” katanya sambil kembali membelai lembut pipiku.

    ***

    Saat hari mulai sore, ia mengajakku pulang, karena takut orangtuaku khawatir. Tapi aku sedikit menolak karena masih mau bersama dengan dia. Tapi ia tetap memaksa untuk pulang, karena ia tidak mau aku kena marah. Lalu akhirnya aku menurutinya dan pergi meninggalkan taman itu bersama.

    Sesampainya di rumahku, ternyata umma sudah berada di depan pintu dengan wajah yang sedikit kesal, sepertinya. Karena merasa tidak enak, seulong yang biasanya langsung pergi setelah mengantarku, turun sebentar dari motornya dan menyapa ibuku.

    ”Mianhaeyo ahjumma, tadi aku mengajak kyungmin pergi sebentar. Karena ia bilang ingin pergi bersamaku. Kami hanya pergi makan dan mengobrol sebentar.” kata seulong dengan sopannya.

    ”Lain kali kau harus memberitahukan orang rumah, kyungmin. Jadi kami tidak akan khawatir seperti ini. Cepat masuk.” ujar umma ketus.

    ”Sampai jumpa, oppa.” kataku sambil melambaikan tangan ke arahnya.

    Namun ia membalasnya dengan lambaian yang lemah, dan langsung meninggalkan rumahku.

    ”Umma...kau tidak perlu bicara seperti itu pada seulong kan?” kataku saat masuk ke dalam rumah. ”Aku yang mengajaknya pergi, lagipula ia pacarku.” baru kali ini aku menyebutnya sebagai pacarku di hadapan orangtuaku.

    ”Hah? Ternyata benar, kau punya hubungan khusus dengannya.”
    ”Aku sudah cukup besar untuk mempunyai seseorang yang kusayangi, umma.”

    ”Biar kita dengar apa yang akan appa-mu katakan tentang masalah ini. Pasti ia akan marah besar. Selama ini, ia membiarkan mu karena aku yang memintanya, dan bilang kalau kau hanya temannya.”

    Saat itu aku hanya membanting pintu kamarku cukup keras karena merasa marah pada umma-ku. Apa aku salah punya pacar??? Kenapa??? Hal ini tidak akan mempengaruhi prestasiku di sekolah kan??? Tapi kenapa mereka melarangku?

    Saat itu ponselku berdering dan ternyata itu adalah pesan singkat dari seulong.

    ”Kau tidak apa-apa?”

    Karena takut ia merasa khawatir, akhirnya aku menjawab kalau umma marah karena aku pulang telat tanpa memberitahukannya. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan tentang masalah yang sebenarnya.

    ***

    Saat appa pulang, ternyata umma benar-benar menceritakan masalah tadi siang padanya.dan tidak ayal appa-pun marah besar. Ia dengan tegas menentang hubunganku dengannya. Malah bertanya apa yang telah dilakukan seulong padaku. Mungkin ia beranggapan seulong telah melakukan sesuatu padaku agar aku tetap mempertahankannya.

    Karena kesal dengan kedua orangtuaku, aku segera mengurung diriku di kamar. Keesokan harinya, tidak seperti biasanya appa mau mengantarkanku ke sekolah. Dan saat kami melewati tempat di mana seulong biasa menunggu untuk mengantarkanku, aku menunundukkan kepalaku padanya. Aku juga tidak bisa menghubunginya karena ponselku telah disita oleh orangtuaku semalam.

    Begitu juga dengan siang harinya, appa telah berada di depan gerbang sekolah untuk menungguku. Seulong yang berada tidak jauh dari tempat itu hanya bisa memandangi kami berlalu dari tempat itu.

    Kejadian seperti ini terus berlanjut hingga sebulan penuh. Saat seulong datang ke rumah, selalu saja di usir secara halus oleh umma-ku dengan alasan aku sedang belajar untuk menghadapi ujian negara. Dan ponselku masih juga disita mereka, jadi aku tidak bisa memberitahukan semuanya pada seulong.

    Hingga suatu hari, sungyoung meminta izin pada orangtuaku untuk mengajakku menginap di rumahnya, dengan alasan menemaninya karaena orangtuanya pergi keluar kota. Dengan segala bujuk rayunya akhirnya orangtuaku kalah dan mengizinkan aku untuk pergi. Dan ternyata seulong telah menunggu di rumah sungyoung bersama taecyeon.

    ”Kyungmin.....” katanya saat melihatku datang bersama sungyoung. Sepertinya ia juga tidak tahu kalau aku akan datang ke tempat itu.

    ”Oppa....aku rindu sekali padamu.” tanpa basa basi lagi, aku segera memeluknya.
    ”Aku juga...” balasnya

    Sungyoung dan taecyeon meninggalkan kami berdua untuk meluapkan perasaan kami selama ini.

    Akhirnya aku menceritakan kejadian yang sebenarnya pada seulong, bahwa orangtuaku tidak menyetujui hubungan kami. Dan memaksaku untuk tidak bertemu denganmu lagi. Tapi karena aku tetap bersikeras pada pendirianku, akhirnya mereka dengan ketat menjagaku seperti ini.

    Karena tidak tahan, selama itu pula airmataku tidak berhenti mengalir. Mungkin airmata itu bisa mewakili setiap perasaan sedih yang kurasakan. Seulong yang terus mendengarkanku, hanya bisa membelai lembut rambut dan pipiku yang sedang bersandar di dadanya.

    Dan saat itu juga aku mengerti perasaannya yang selalu ingin menciumku untuk menunjukkan perasaannya. Karena saat ini, aku juga merasakan hal yang sama. Aku ingin sekali menciumnya. Dan sepertinya ia mengerti, iapun mulai menempelkan bibirnya padaku. Tidak seperti saat pertama kali, kali ini aku berusaha membalas ciumannya, walau masih merasa tidak nyaman. Ciuman itu berlangsung cukup lama, dan sesekali disertai dengan isak tangisku yang belum juga reda.

    Kami mengobrol cukup lama, hingga akhirnya waktu telah malam dan ia mengucapkan sesuatu yang membuatku sangat kaget.

    ”Kita berpisah saja.” ujarnya.

    Mendengarnya berkata seperti itu, jantungku memompa darah lebih cepat dari biasanya, hingga membuat napasku sedikit sesak.

    ”Apa maksudmu, oppa.” tanyaku

    ”Aku tidak mau kau terus menderita seperti ini, memikirkan hubungan kita.”
    ”Bukankah kita bisa terus bertemu seperti ini?”
    ”Sampai kapan? Apa kau ingin kita terus-terus merahasiakan hubungan ini dari orangtuamu?”

    Tanpa berpikir lebih jauh, akhirnya aku menjawab, ”Sampai aku lulus SMA. Setelah itu, jika mereka masih saja menentang hubungan ini, aku rela kita berpisah.”

    ”Tapi, apa bisa kita bertahan hingga satu tahun lagi?”
    ”Kita pasti bisa. Aku sedang mengusahakan agar ponselku dikembalikan. Walau kita jarang bertemu, kita bisa berhubungan kan?”

    Dan akhirnya, kami memutuskan untuk tetap seperti ini. Tetap berhubungan secara diam-diam. Selalu mencari kesempatan untuk bertemu dengan meminta bantuan dari sahabatku, sungyoung.

    Selama setengah tahun aku merasa masih bisa bertahan hingga akhir, namun tak sengaja aku melihat sesuatu yang membuatku berpikir hubungan ini tidak bisa diteruskan lebih lama lagi.

    Saat aku melihat seulong sedang bercanda dengan senangnya dengan seorang wanita yang tidak kuketahui identitasnya di pusat perbelanjaan. Dan sejauh penglihatanku, mereka terlihat sangat mesra. Saat itu, ingin sekali aku menghampirinya, namun aku tidak bisa, karena saat itu aku sedang bersama umma yang tidak tahu kalau aku masih berhubungan dengannya.

    Karena takut bertemu dengannya, aku beralasan pada umma untuk pergi ke suatu tempat membeli sesuatu. Dan dari jauh aku memperhatikan umma yang ternyata bertemu dengan seulong dan menyapanya sebentar. Akupun mengambil jalan memutar dan menunggu di tempat aku dan umma janjian. Saat ia datang, ia menceritakan padaku sesuatu hal yang sangat tidak ingin ku dengar.

    ”Kau tau, kyungmin? Tadi aku bertemu dengan seulong, ternyata orangnya sopan dan baik juga, aku baru sadar sekarang, kalau kau maih bersama dengannya, aku pasti akan menyetujui kalian, tapi sayang, kalian sudah tidak punya hubungan lagi. Ia baik sekali mau mengantarkan pacarnya berbelanja.” uajr ibuku

    Hah? PACAR? Apa aku tidak salah dengar? Bukankah pacarnya seulong adalah aku? Tapi kenapa umma bilang kalau ia sednag bersama pacarnya sekarang? Mendadak dadaku menjadi sakit sekali. Sempat aku berpikir kalau ini semua adalah mimpi tapi saat aku mencubit pipiku sendiri, masih terasa sakit, jadi ini bukan mimpi.

    Tapi jika ini kenyataan, berarti wanita yang sedang bersama seulong tadi adalah benar-benar pacarnya. Jadi siapa aku? Apa arti pengorbananku selama ini? Dan untuk apa aku masih tetap bertahan hingga saat ini.

    Tapi aku tidak mau begitu saja percaya. Saat itu juga aku mengirim pesan pada seulong dan bertanya di mana ia sekarang. Dan ia menjawab sedang ada di rumah membantu ibunya. Padahal baru saja aku melihatnya dan ibuku menyapanya.

    Berarti ia berbohong padaku. Apa ini arti perkataannya selama ini?

    ”Kita berpisah saja.”

    Berkali-kali ia mengatakan padaku kalau ia tidak bisa melanjutkan ini semua. Apakah karena ia telah mempunyai wanita lain yang dicintainya dan itu bukan aku.

    Otakku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang. Hatiku sakit sekali, seperti ada lubang yang sangat besar berada di sana.

    Saat kembali ke rumah, aku hanya bisa menangis dan mengurung diriku di kamar. Keesokan harinya, aku beralasan sakit dan tidak mau pergi ke sekolah. Aku tidak mau bertemu dengan seulong, karena hari ini adalah jadwalku bertemu dengannya. Aku masih belum bisa menghadapinya. Aku masih takut menghadapi kenyataan yang sebenarnya

    Mengapa ia melakukan semua ini padaku? Karena dia aku berani belajar mencintai orang lain lagi. Dan saat aku sudah benar-benar mencintainya mengapa ia lakukan ini padaku? Apa semua ini hanya permainan yang dimainkan untuk membalasku yang telah menolaknya dulu?


    don't ask me if I love you or not
    you might not believe me, but I want to break up

    oh~ I, who held you through hard times, who comforted you in pain
    yes, that same person is trying to forget you.

    i'm sorry i can't smile for you
    i'm sorry but let's break up

    when i sent you away I too (I too)
    was having a hard time (a hard time)
    now i'm trying to live alone (alone) without you


    To be continued....




    X)) semoga pada suka....
    seperti biasa... ditunggu komennya yah...


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    Ziela
    Reporter
    Reporter

    Jumlah posting : 71
    Join date : 2010-03-12
    Lokasi : Blitar

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by Ziela on Mon Aug 23, 2010 6:37 pm

    geregetan~ jadinya geregetan~ *loh.. kok malah nyanyi?*

    Wah... Apa yg kau lakukan pada Onnie-ku!!! *tunjuk2 Seulong*

    huhu... jahat sekali... kan kasian Kyungmin,.. TT
    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by mz_kyungmin on Tue Aug 24, 2010 8:31 am

    @hanin: Tuh kan reader mulai pada kebawa... Hohoho...
    *author senang*
    tunggu aja lanjutannya yah...


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    Ziela
    Reporter
    Reporter

    Jumlah posting : 71
    Join date : 2010-03-12
    Lokasi : Blitar

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by Ziela on Tue Aug 24, 2010 1:56 pm

    Oke deh Onn... hehehe... pasti aku tunggu..

    keren bngt deh bahasanya Onn.. jadi ikut kebawa~
    avatar
    rny
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 189
    Join date : 2010-08-10
    Lokasi : Makassar

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by rny on Wed Aug 25, 2010 6:49 pm

    Argghh *teriakan makin stress

    egha kamu emang paling bisa mengaduk ngaduk perasaanku,. aku di bilangin "gila" sama kakakku karena baca ff ini sambil senyum senyum sendiri,.

    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by mz_kyungmin on Wed Aug 25, 2010 7:13 pm

    @hanin: hohoho... mkasih say...
    @rani: tuh kan apa aye bilang.... ikutan kebawa apalagi kalo ngebayanginnya ama bias masing2

    thx udah baca yah... kalo yang komen dah lengkap aku update lagi deh


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    nyoo47
    Leader
    Leader

    Jumlah posting : 208
    Join date : 2010-03-14
    Lokasi : Surabaya

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by nyoo47 on Thu Sep 23, 2010 11:13 pm

    saya baru baca
    wahh nih cerita udh mulai seru yah ... uda muncul konflik baru ,, tapi ad juga yg bikin aq jengkel gara2 konfliknya masalah kissuu tpi itu membuat semakin seru ajah and ada yg bikin agak ngakak kenapa seungho ikutan malah jd ketua OSIS pula ><
    tapi ahir cerita ini tadi menjengkelkan yah....bikin geregetan dueh ....


    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~


    avatar
    mz_kyungmin
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 168
    Join date : 2010-06-19
    Lokasi : Jakarta with My Lovely Ongseulee

    PART 3

    Post by mz_kyungmin on Mon Sep 27, 2010 11:22 am

    @nyoo: ayo... bersiaplah untuk lebih terbawa ke cerita selanjutnya...

    PART 3

    I try to survive but I can’t stand this any longer….
    So please…Let me go NOW



    ~ Seminggu Kemudian ~

    Sudah seminggu sejak kejadian itu, aku tak pernah bertemu dengan seulong ataupun menghubunginya. Berkali-kali ia mengirim pesan singkat ke ponselku tapi tak ada satupun yang ku balas. Dan ia mencoba untuk menghubungiku, tapi tak pernah kujawab.

    Aku tahu tidak bisa seperti ini terus menerus. Tapi hatiku masih belum sanggup menerima kenyataan yang sebenarnya. Setiap malam aku hanya bisa memandangi fotonya yang berada di halaman terakhir buku harianku. Dan saat aku melihatnya, kenangan itu teringat kembali. Kenangan yang membuat hari-hariku menjadi kelam seperti ini.

    Sungyoung yang merasa kasian padaku akhirnya pergi menemui seulong untuk minta penjelasannya. Padahal aku sudah berkali-kali bilang padanya kalau ini urusanku, namun ia hanya berkata kalau ia sudah tidak tahan dengan sikapku yang selalu menahan diri seperti ini.

    Dan saat itu juga, sungyoung membawa seulong padaku.

    ”Kyungmin-ah, cepat selesaikan masalahmu dengannya. Kau tidak bisa terus menerus seperti ini, kan? Kau harus tau yang sebenarnya.” ujar sungyoung kesal.

    ”Tapi…” aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku lagi.

    ”Masalah apa? Memang kita punya masalah jagi?” tanya seulong padaku.

    Aku memandangnya heran, hebat sekali ia bisa menyembunyikan masalah seperti ini. Akupun mulai menangis mendengar pertanyaannya.

    ”Kau jangan berbohong lagi, seulong!” hardik sungyoung sambil mendorong seulong cukup keras.

    ”Sungyoung-sshi, tolong jangan campuri urusan kami. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Dan kenapa kau menangis, kyungmin? Apa aku berbuat kesalahan padamu?” tanya seulong dengan nada lembut seperti biasanya.

    Aku harus bicara sekarang. Atau hatiku akan semakin hancur, pikirku.

    ”Seminggu yang lalu aku melihatmu bersama dengan seorang gadis di mall. Dan ibuku yang tidak sengaja bertemu denganmu berkata kalau gadis itu adalah pacarmu. Padahal dia bilang, jika saat ini kau masih bersamaku, ia akan menyetujui hubungan kita. Tapi….”
    Sejak awal pembicaraan, suaraku telah tenggelam dalam isakan tangis yang tidak bisa ku redam. Aku tidak bisa melanjutkannya lagi. Tidak bisa.

    Dan saat aku terdiam, seulong dengan lembut merengkuhkan tubuhku ke arahnya. Ia memelukku dengan sangat erat dan berkata, ”Tapi, saat kau mengirim pesan untuk memastikan aku ada di mana, aku bilang bahwa aku sedang membantu ibuku, begitu?”

    ”Benar, aku ingin tahu kenapa kau berbohong?” kataku dalam hati sambil tetap menangis di pelukannya.

    ”Maaf telah membuatmu salah sangka. Wanita itu adalah adik sepupuku yang baru datang dari incheon. Ibuku minta tolong padaku untuk mengajaknya berkeliling, karena ia sedang ada urusan mendadak. Dari dulu adik sepupuku itu sangat dekat denganku, dan selalu saja bilang kaalu ia menyukaiku. Dan saat ibumu bertanya aku sedang bersama siapa, ia langsung saja menjawab kalau dia adalah pacarku.

    Aku mulai menghentikan tangisku, dan memandangnya heran, begitu juga dengan sungyoung yang tidak kalah kagetnya denganku.

    ”Kenapa kau membiarkannya berkata seperti itu?” tanyaku padanya.

    Ia kemudian membelai lembut rambutku, melepaskan pelukannya dan sedikit menjauhkan tubuhnya dariku. ”Karena kupikir, hal itu bisa berguna juga untuk hubungan kita. Tapi aku tidak menyangka akan berdampak seperti ini padamu. Apa kau pernah membaca pesan yang kukirim?” tanyanya.

    Akupun menggeleng.

    ”Itu salahmu.” katanya sambil memukul dahiku perlahan. ”Setelah aku membalas pesanmu waktu itu, aku berpikir bahwa mungkin saat itu kau juga melihat kami berdua, dan langsung menjelaskan padamu. Tapi kau tidak pernah membalasnya ataupun mengangkat panggilan dariku.”

    ”Kyungmin-ah…..kau sudah membuat aku malu seperti ini.” kata sungyoung sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ”Mian seulong-sshi, aku pergi saja. Silahkan urusi ma-sa-lah kalian.” ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan kami berdua.

    ”Terima kasih kau sudah mengkhawatirkan kyungmin, sungyoung-sshi. Kau memang sahabat terbaiknya.” kata seulong saat sungyoung berjalan melewati kami.

    ”Ne..” jawab sungyoung singkat.

    Akupun memandangi wajah seulong yang kini dihiasai dengan senyuman.

    ”Jadi, aku….”
    ”Nde, kau sudah salah sangka. Tapi aku senang, kau yang merasa cemburu seperti ini adalah bukti kalau sudah benar-benar mencintaiku.” katanya sambil kembali memelukku dengan erat.

    ”Mianhaeyo, oppa.” ujarku lirih dalam pelukannya.
    ”Aniya….ini juga salahku yang tidak memberitahumu lebih dulu.” katanya lembut sambil membelai rambutku.

    ***

    Ternyata, semua yang kurasakan selama ini adalah kesalahan. Ia masih tetap seulong yang sama, seulong yang mencintaiku, kekasihku.

    Setelah kejadian itu, aku mulai jujur pada umma-ku. Bahwa selama ini aku masih berhubungan dengan seulong, bahkan hingga saat ini. Pada awalnya umma tidak setuju karena masalah adik sepupu seulong yang mengaku menjadi pacarnya. Namun, setelah aku menjelaskan semua kesalahpahaman ini, iapun luluh.

    Ia akhinya menyetujui hubungan kami dan mau mengerti perasaanku. Ia hanya berpesan kalau aku harus tetap menjaga nama baik orang tuaku dan juga tidak melupakan sekolahku.

    Setelah hampir satu bulan, akupun mulai diperbolehkan menemui seulong dan penjagaan terhadapku kini sudah dihilangkan dengan bantuan ibuku. Dia kembali membujuk appa untuk memperbolehkan aku pergi sekolah seperti dulu.

    Appa yang dari dulu tidak bisa menolak permintaan umma hanya menurut saja permintaannya. Namun, ia masih belum merestui hubunganku dengan seulong. Ia bilang, akan mencoba mempertimbangkan hubungan seriusku dengan laki-laki jika aku telah beranjak dewasa, dewasa menurutnya, bukan menurutku.

    Tapi aku bersyukur, semua kini sudah kembali seperti semula. Sedikit demi sedikit hubungan yang kuperjuangkan mulai mendapat lampu hijau dari orang tuaku.

    Sejak saat itu, seulong kembali diperbolehkan main ke rumahku bahkan kami sudah boleh pergi ke luar rumah, dengan catatan, tidak boleh pulang terlalu malam. Tapi itu tidak menjadi masalah bagiku, kenyataan bahwa mereka telah memperbolehkan kami bersama itu sudah cukup.

    ”Tidak perlu satu tahun kan, oppa?” kataku pada seulong saat pergi suatu malam.
    ”Ne, aku senang sekali, kyungmin.” katanya sambil memelukku erat.

    Malam ini adalah malam pertama kami pergi berdua, setelah sebelumnya kami selalu berada di rumah. Hubungan kami sekarang sudah benar-benar seperti sepasang kekasih ”normal”. Tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk bertemu.

    Aku tidak tahu bagaimana cara untuk menggambarkan betapa besarnya rasa senangku saat ini. Perjuanganku selama ini membuahkan hasil. Bertahan bersama dengan orang yang kucintai.

    ***

    ~ beberapa hari kemudian ~

    Hari ini adalah ulang tahun seulong. Aku berniat memberi kejutan padanya, dengan membawakan sebuah black forest kukus kesukaannya *ngasal.com, emang orang korea demen juga ama black forest?*

    Dan juga suatu kejutan karena sejak awal hubungan kami, inilah pertama kalinya aku datang sendiri tanpa ditemani oleh seulong. Karena sudah beberapa kali datang ke rumahnya, umma-nya yang sangat senang dengan kedatanganku, langsung sja mempersilahkan diriku masuk ke kamarnya.

    ”Ahjumma, apa tidak apa-apa aku langsung masuk ke kamarnya?” tanyaku pada umma seulong.

    ”Nde, dia pasti senang sekali dengan kedatanganmu.” ujarnya santai sambil menunjukkan di mana letak kamarnya. ”Lagipula, kalian kan pacaran, pasti hari ini bisa jadi hari yang special untuk kalian.” lanjutnya sambil tersenyum lembut, persis seperti senyum yang biasa seulong berikan untukku.

    Kalau saja orangtuaku bisa terbuka seperti itu, aku pasti akan sangat senang sekali, pikirku. ”Gomapta, ahjumma.” kataku sambil membungkukkan tubuhku.

    Setelah ia pergi meninggalkanku, akupun mulai melangkahkan kakiku menuju kamar yang baru pertama kali kumasuki. ”Seperti apa yah kamarnya? Karena aku tiba-tiba datang seperti ini pasti ia tidak sempat membereskannya.” ujarku dalam hati.

    Aku menjadi sangat antusias untuk masuk ke kamar itu. Dan akhirnya aku masuk ke kamar itu, dengan satu kotak black forest kukus buatanku.

    ”Oppa…kejutan….”kataku yang telah berada di dalam kamarnya sekarang.

    BRAKKKKK

    Kotak kue yang berada di tanganku telah terjatuh sekarang. Aku terdiam dengan apa yang kulihat di kamar itu. Bukan aku yang memberikan kejutan untuk seulong, tapi dialah yang telah memberikan kejutan untukku.

    ”Kyungmin?” ujarnya sambil menatap heran padaku. Sepertinya ia baru saja tersadar kalau aku sudah ada di kamar tidurnya sekarang. Dengan cepat ia menatap gadis yang masih berada di bawah tubuhnya. Gadis yang sama dengan yang pernah kulihat di mall waktu itu. Kemudian ia turun dari tempat tidurnya dan menghampiriku.

    Kedua tangannya kini mencoba meraih tanganku yang terkulai lemas di masing-masing sisi tubuhku. ”Ini tidak seperti yang kau pikirkan.”

    Saat ia berhasil meraih tanganku, seketika itulah aku menepisnya.

    because my heart is damaged, i can’t even breathe
    because it spread to my heart, it hurts so much i want to die… it keeps hurting
    even after going the hospital, i couldn’t find the reason i was hurting
    because my heart is damaged


    ”Kali ini, alasan apa yang akan kau katakan padaku?” hardikku padanya.

    Airmata kini sudah mulai berlinang di pipiku. Seulong berusaha mengusapnya, namun aku langsung menghindar dan menjauh darinya.

    ”Aku akan menjelaskan semuanya, kumohon kau tenang.” bujuk seulong sambil menarik tubuhku agar mendekat padanya.

    Tapi dengan semua tenaga yang kumiliki, aku bertahan dan mendorongnya agar menjauh dariku. ”Apa yang mau kau jelaskan dengan keadaan setengah telanjang seperti itu, hah?”

    ”Aku mohon dengarkan aku. Maaf, aku telah membohongimu. Selama setengah tahun ini, aku memang punya hubungan dengannya.”

    Aku merasa, dunia yang kutempati saat ini bergetar saat mendengar perkataannya. Lubang di hati yang pernah kurasakan beberapa bulan yang lalu terasa sakit kembali. Aku tidak bisa berkata apapun lagi saat ini. Aku hanya diam dan menatap tajam pada kedua makhluk menjijikan yang berada dihadapanku saat ini.

    i lie again today, holding another girl
    i pretend not to know, even though i know you’re crying after hanging up the phone
    since some time, i’ve become used to treating you badly
    ooh ooh ooh. because you were always behind me, you always trusted me.. i became foolish
    you’ve become tired and tired.. you’ve become sick of it
    i regret it so much… even if you hate me like crazy
    you already left and you’re gone


    ”Jadi, semua yang pernah kau katakan padaku itu bohong?”
    ”Tidak semua. Pada awalnya, aku memang hanya ingin melepaskan penatku karena kesal dengan keadaan kita yang tidak jelas. Dia selalu berada di sisiku saat aku sedih karena tidak bisa bertemu denganmu, hingga beberapa lama, akhirnya aku mulai menyadari perasaanku padanya, dan mulai membagi sedikit perhatianku untuknya.”

    Dia terdiam sebentar.

    ”Tapi akhirnya aku sadar, aku tidak bisa seperti ini terus, dan saat itu juga kau memberitahukan bahwa orang tuamu mulai menyetujui hubungan kita. Lalu aku berniat untuk mengakhiri hubungan kami. Dan ia memberikanku pilihan.”

    ”Tetap bersamaku atau berpisah denganku tapi harus melakukan permintaanku ini.” kata gadis yang kini sudah berada di antara kami.

    ”Mianhae… aku tahu aku salah, tapi aku benar-benar mencintai seulong oppa.” lanjutnya.

    ”Selama ini, akulah yang menjaganya saat ia rapuh, saat ia tidak bisa bertemu denganmu dan saat orangtuamu melarangnya untuk bertemu denganmu. Akulah yang selalu berada di sampingnya, mendengarkan semua keluh kesahnya, dan saat aku tahu kalian sudah bisa bersama kembali aku memintanya melakukan hal ini. Aku ingin tetap mengenangnya, walau hubungan kami hanya singkat. Karena ia ingin kembali padamu, satu-satunya orang yang ia cintai.”

    Aku tertegun mendengar perkataan mereka berdua. Jadi, mereka bersama karena keadaan? Karena seulong merasa kecewa dengan kedua orangtuaku yang tidak merestui hubungan kami, hingga akhirnya ia melakukan hal ini, di belakangku?

    ”Mianhae… jongmal mianhae….kyungmin, aku sangat menyesal dengan perbuatanku padamu..”

    BRUKKKK

    Sebelum ia melanjutkan kembali perkataannya dengan cepat aku melayangkan kepalan tangan kananku ke arah pipinya.Yah, aku bukan menamparnya, tapi memukul wajahnya dengan sebuah pukulan yang cukup keras. Sepertinya ia dan gadis itu kaget dengan perbuatanku.

    ”Kalau dengan pukulan ini kau bisa memaafkanku, aku akan terima sebanyak apapun itu.” katanya lagi sambil menyodorkan sebelah pipinya ke arahku.

    ”Seberapa banyak pukulan yang ku arahkan padamu, tidak akan bisa mewakili perasaanku saat ini, seulong-sshi.” Akupun mendorong tubuhnya menjauh.

    Saat ini, aku benar-benar sudah tidak bisa memaafkan perbuatannya, kebohongannya.

    ”Karena kau, aku mencoba percaya kembali pada laki-laki. Karena kau, aku mencoba untuk mencintai lagi. Tapi kenapa kau berbuat seperti ini? Kenapa sekarang? Saat aku telah benar-benar mencintaimu? Mengapa selama ini kau membiarkanku berjuang demi hubungan kita? JAWAB AKU!!!!!” setiap pertanyaan yang kuajukan padanya bersamaan dengan pukulan cukup kerasa ke arah tubuhnya, hingga kalimat terakhir tubuhku menjadi lemas dan terjatuh di bawah kakinya. Airmataku kini sudah tidak bisa dibendung lagi, sambil terduduk akupun menangis di hadapannya.

    ”Kenapa kau melakukan ini padaku? KENAPA?” aku masih menangis saat berkata seperti itu.

    Ia yang masih berdiri di tempatnya, mulai menangis dan hanya berkata, ”Maafkan aku…Maafkan aku…Maafkan aku….” berkali-kali aku mendengarnya berkata seperti itu

    ”Kenapa kau harus melakukannya saat aku telah menyerahkan semuanya untukmu?” aku hampir tidak bisa mendengar kata-kataku sendiri, karena disertai dengan isak tangis yang cukup keras.


    ~ FLASHBACK START ~

    ~ Beberapa minggu yang lalu ~

    Malam ini juga, kami diperbolehkan pergi keluar. Karena malam ini, sungyoung berulang tahun dan ia mengundang kami berdua ke pestanya. Pestanya sangat meriah karena orang tuanya lagi-lagi sedang pergi ke luar negeri. Dan saat kami memainkan sebuah permainan, ternyata aku kalah dan hukumannya harus melakukan apapun yang diminta si pemenang. Dan ternyata yang memenangkan permainan ini adalah sungyoung, dan timbullah ide gilanya untuk mengurungku bersama dengan seulong di kamar hingga pagi.

    Karena sebelumnya aku sudah meminta izin untuk menginap di rumah sungyoung, sahabatku itu dengan mudahnya memanfaatkan kesempatan itu.

    ”Anggap ini hadiah dariku, karena kalian sudah bisa bersama lagi sekarang.” ujarnya yang sekarang sudah asyik bermesraan dengan pacar barunya joon, anak kuliahan yang sedang magang di sekolah kami.

    Tinggallah kini aku berdua dengan seulong di kamarnya. Aku merasa sangat risih dan tidak nyaman dengan keadaan ini. Tapi seulong menenangkan diriku, dan akhirnya kami berdua hanya mengobrol bersama di atas tempat tidur milik sungyoung.

    Namun ternyata, suasana sepi malam itu membuat kami memikirkan hal lain selain mengobrol, diawali dengan ciuman lembut dan pelukan erat, pada akhirnya kami melakukannya. Hubungan pertamaku dengan laki-laki yang kucintai.

    girl, come a little closer
    let me show you what you’ve never felt before
    the time for just the two of us has come
    i’ve waited for this day more than anyone else
    today, i’ll show you my heart that no one has known before

    all night long, baby. all night long, take me
    until the sun rises, i want to be with you here, right here, hold me
    give me permission into your heart


    ~ FLASHBACK END ~

    Aku kembali mendengarnya berkata, ”maafkan aku….maafkan aku….”

    ”Oppa sudahlah” kata gadis itu mencoba menenangkan seulong yang masih terdiam di tempatnya.

    ”LEPASKAN AKU” teriaknya.

    Karena merasa ditolak, akhirnya gadis itu meninggalkan kami berdua.

    Aku tahu aku tidak bisa seperti ini terus, akhirnya kukuatkan hatiku. Aku berjalan mendekati seulong yang kini sudah berlutut tidak jauh dari tempatku. Kedua tangannya menjambak rambut miliknya sendiri sambil tetap menangis dan menundukkan kepalanya. Mungkin ia merasa menyesal sekali dengan perbuatannya padaku, tapi bagiku, itu tidak berdampak apapun lagi sekarang.

    Saat aku berada di hadapannya, kucoba peluk dia.

    ”Kyungmin?” ia menengadahkan kepalanya, dan terlihat heran sekali dengan perlakuanku padanya,

    ”Terima kasih untuk semuanya. Untuk cintamu, dan juga untuk pengkhianatanmu ini. Aku tidak bisa meneruskan hubungan ini lagi. Maaf telah membuatmu begitu menderita selama berhubungan denganku. Semoga kau bisa menemukan gadis lain yang mencintaimu, dan tentu saja dengan orang tua yang bisa langsung menerimamu. Tidak seperti ornag tuaku.” kataku santai.

    Aku berbohong, di hadapannya aku tersenyum, tapi di dalam hatiku saat ini masih terus menangisi kejadian ini. Saat itu juga aku mencium lembut kedua pipinya dan beranjak pergi dari tempat itu.

    Tapi seulong menahan tanganku dan menatap serius ke arahku. ”Apa…boleh aku menciummu, untuk terakhir kalinya?” tanyanya

    ”Mian, aku tidak bisa. Sudah cukup sekarang. Hubungan kita berakhir saat aku menciummu tadi, saat ini kita tidak punya hubungan apapun.” ucapku lemah.

    Benar, saat ini aku sudah memutuskan hubunganku dengannya. Dengan laki-laki yang kuharap akan menjadi pendamping hidupku kelak. Laki-laki yang yang telah kucintai dengan segenap jiwa dan ragaku.

    are you doing well after we broke up
    or are you living day by day through tears like me?
    although I try to forget you, i can’t.
    maybe i’m a fool who only cries
    i must be a fool, a fool. i want to love you forever


    ***

    ~ 5 Tahun Kemudian ~

    Tidak sengaja aku menemukan kalung dan liontin pemberian seulong saat merayakan ulang tahunku yang ke 17. Liontin berbentuk hati yang sengaja ia pesan pada temannya. Karena hal itu, aku kembali mengingat kejadian yang tidak akan pernah aku lupakan.

    Aku sengaja mendaftar kuliah di luar negeri untuk menghindarinya. Dan kini aku telah kembali, dan kembali datang ke kamar yang tidak pernah ku datangi selama 5 tahun lamanya.

    Aku mengaku pada kedua orang tuaku, kalau kami merasa kurang cocok dan akhirnya berpisah. Seulong pernah datang sekali ke rumahku untuk meminta maaf pada orangtuaku karena tidak bisa menjagaku lagi. Tapi aku tidak sempat bertemu dengannya karena seminggu sejak kejadian itu, aku sudah terlalu sibuk dengan sekolahku, hingga harus menginap di asramanya.

    Aku tidak mau terus larut dalam kesedihanku, selama kuliah, sudah beberapa kali aku menjalin hubungan dengan laki-laki, namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa membuatku mencintai seperti saat aku bersama dengan seulong.

    no matter how hard i try to forget
    no matter how many new people i meet

    why do i keep thinking of only you when i turn around
    i don’t want to do this anymore. i want to stop.
    no matter how many times i try and try to stop myself
    it’s no use. my heart is broken

    why do i keep doing such foolish things
    no matter who i meet, i can’t open up one part of my heart
    and i keep your place empty


    Karena kangen dengan sungyoung, akhirnya kulangkahkan kakiku menuju rumahnya, tanpa memberitahukannya terlebih dulu akan kedatanganku. Dia pasti sangat terkejut karena sudah beberapa tahun kami tidak bertemu. Tapi, aku tidak menyangka akan bertemu dengannya di sana.

    ”Kyungmin?” tanyanya heran.

    Aku kembali melihat dia. Laki-laki yang pernah kucintai, sekaligus laki-laki yang pernah menyakitiku. Im Seul Ong

    ***



    ~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
    avatar
    happusari
    Super I AM
    Super I AM

    Jumlah posting : 100
    Join date : 2010-07-25
    Lokasi : Jakarta

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by happusari on Tue Oct 05, 2010 11:51 pm

    aaa jinjja??! apakah sungyoung menikah dengan seulong?? daku jadi curiga nih.. nama nya mirip lagi.. sungyoung x seulong (apacoba haaap?)

    ouch ouch

    mian onni, aku jarang komeng, abisan aku dulu keseringan jadi silent reader sih.. hehe

    yasudh, HWAITING YA KYUMIN!! *lhooo?* juga HWAITING YAA EGHA ONNIE~ Aku nikmatin baca ff mu nih onn~ XDD

    flower flower flower
    avatar
    minka_ichigo911211
    New Comers
    New Comers

    Jumlah posting : 5
    Join date : 2010-10-22
    Lokasi : Indonesia

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by minka_ichigo911211 on Fri Oct 22, 2010 10:01 pm

    keren pisan nih fic!!! sumpah mw nangis bacanya.. sad
    Ongseulee-nya jahat!!!!! Ternyata... ternyata... ternyata... huwaaaaa sad !!!!

    btw sy baru bgt di site ini~~ annyeong *waves2 gaje* X))

    lanjut~
    bner2 kebawa ni fic deh, bawaannya pengen mukul sesuatu*esp muka ong yg super duper nyebelin... mati saja kau ong~~~ O_O *
    apa yg akan terjadi selanjutnya???
    Btw waktu ktmu lg, Ongnya masi single ato uda ada yg punya t??
    update asap ya onn~~~ please *sujud2 sambil nyembah2*
    ga sabar lagi ni onn bwt liat chappie selanjutny!!!
    hwaiting!XDDD X))

    Sponsored content

    Re: [FANFIC] Even If I Die, I Can’t Let You Go [update part 3]

    Post by Sponsored content


      Current date/time is Wed Oct 18, 2017 12:46 pm